|

Perusahaan penambangan mineral langka yang beroperasi di
Malaysia mengalami serangkaian kejadian misterius dan tampaknya tidak saling
berkaitan yang menghambat operasi mereka dan mengakibatkan harga sahamnya jatuh
sampai ke tingkat rendah sepanjang masa.
Selama periode enam bulan, pertambangan itu
diserang oleh anggota suku setempat dengan busur dan anak panah, para pekerja
utama hengkang tanpa alasan jelas, publisitas menyudutkan muncul di media,
informasi sesat mengenai praktek lingkungan perusahaan mulai merebak dan
lisensi penambangan dicabut oleh pemerintah setempat tanpa alasan jelas.
Tidak ada kaitan di antara aktivitas-aktivitas
tersebut, tidak ada pemerasan uang dan tidak ada motif-motif jelas. Setelah
dilakukan pengkajian mendalam dan penelitian seksama mengenai masalah tersebut
oleh seorang konsultan ekstern, ditemukanlah suatu kaitan halus antara
perusahaan itu dengan pesaing licik yang memiliki sejarah hitam karena tindak
korupsi dan keterkaitannya dengan organisasi bawah tanah.
Investigasi rahasia selanjutnya mengungkapkan adanya kampanye
kekhawatiran dan intimidasi yang rumit namun tidak kentara untuk memaksa
penutupan perusahaan penambangan itu dan sekaligus memperoleh hak eksklusif
untuk menambang wilayah tersebut.
Bagaimanapun juga, walaupun tindakan suap,
pemerasan, dan pembunuhan telah terjadi, namun kecil harapan untuk mengaitkan
mereka satu sama lain apalagi memperoleh bukti nyata untuk mendukung pengajuan
kasus.
Setelah melalui diskusi panjang, diperoleh
serangkaian alternatif untuk menekan individu profil atas utama di jajaran
penguasa setempat untuk menginvestigasi tindak pengacauan yang berlanjut
tersebut.
Alternatif-alternatif tersebut segera
diimplementasikan, dan berkat penelitian yang seksama oleh pejabat, tindakan
intimidasi dapat dihentikan sesegera mungkin dan perusahaan penambangan itu
dapat melanjutkan kegiatan bisnis dengan normal.
Perusahaan penambangan melanjutkan
operasinya untuk meraih dan mempertahankan harga saham yang
sehat. Perusahaan tersebut memberikan kontribusi lokal bagi wilayah tersebut
dan merupakan majikan lokal yang berharga.

Sebuah perusahaan spesialis komunikasi dan
perangkat lunak telah berusaha memperluas operasi dan penjualannya ke Uni
Soviet ketika manajer lokal diancam oleh sejumlah individu bergaya mafia yang
menyatakan bahwa perusahaan itu membutuhkan 'perlindungan' bayaran jika ingin
beroperasi dengan sukses.
Manajer lokal segera mengontak pihak berwenang
setempat yang, walaupun nampak peduli, bersikeras bahwa kurang memadainya
sumber daya menghambat efektivitas mereka. Pada kenyataannya, birokrasi,
peraturan kaku, manajemen yang buruk, dan tindak korupsi setempat merupakan
alasan utama kelambanan mereka.
Perusahaan sontak memanggil seorang konsultan
yang setelah mencari tahu mengenai budaya dan praktek bisnis setempat menemukan
bahwa masalah ini tidak umum namun menjamur di kalangan pelaku bisnis asing.
Selain itu, karena pihak polisi berwenang setempat memiliki perlengkapan yang
memprihatinkan dan bermental rendah mereka sama sekali tidak bersemangat untuk
ikut terlibat.
Melalui koneksi sang konsultan, seorang pejabat
pemerintah senior didekati dan diiming-imingi perlengkapan perangkat lunak dan
komunikasi keluaran perusahaan untuk 'uji coba' bagi polisi setempat. Maksud
terselubung dari tawaran tersebut adalah harapan agar dilakukan investigasi
oleh polisi atas gangguan terhadap operasi perusahaan dan diambil upaya untuk
memastikan keamanan mereka.
Tawaran tersebut diterima dengan antusias dan
tak lama kemudian manajer lokal dihubungi dan diinformasikan bahwa mereka tidak
perlu membayar uang perlindungan, namun 'pihak keamanan setempat' akan
disediakan pasokan secara gratis.
Organisasi tersebut dapat melanjutkan
kegiatan bisnisnya tanpa gangguan maupun ketakutan lebih jauh dari para
pekerjanya. Produk-produknya terbukti sangat berhasil sehingga memenangkan
dua tender utama pemerintah.
Kembali ke
Atas |